Senin, 16 Maret 2015

 


TENAGA PENGAJAR DAN GURU

Guru adalah unsur yang sangat penting dan menentukan keberhasilan. Gurulah yang akan membawa siswa ke arah tujuan pembelajaran yang telah dirancang, sehingga output sesuai dengan apa yang diharapkan. Tenaga Pengajar harus merupakan figur pendidik yang ideal, melalui sistem seleksi.

Sistem seleksi bagi para calon pengajar ditentukan kemudian sesuai dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Memiliki visi dan misi tentang pendidikan, pembelajaran, serta masa depan anak didik dan pendidikan.
  2. Memiliki cinta dan dedikasi tinggi dengan ketulusan dan keikhlasan yang arif dan bijaksana. Serta mencintai profesinya sebagai pendidik.
  3. Berkepribadian Islami sebagai sosok dan figur keteladanan bagi anak didik.
  4. Kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas pengajaran dan pembelajaran.
  5. Kompeten dan terampil khususnya dalam bidang studi yang ditugaskan dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai.

MENTOR (INSTRUKTUR DAN PEMBIMBING)

Mentor berfungsi sebagai tenaga dan daya dukung sekolah dan guru menuju terbentuknya kepribadian Islami dengan tugas dan fungsi:

  •         Membangun wawasan da’wah dan tarbiah Islamiah,
  •         Sebagai konsultan bagi para siswa dan orang tua,
  •         Mengatasi masalah belajar siswa,
  •         Meningkatkan keterampilan belajar dan perilaku siswa,
  •         Membantu guru mengelola siswa,
  •         Memantau, dan melakukan evaluasi kepribadian dan moral siswa.

Pola dan sistem pembelajaran yang dikembangkan di lingkungan AQIBS, in syaa Allah, dilakukan dalam tiga fase, yaitu:

•  Fase Pembentukan Karakter, kepribadian dan Basic Competences and Skills, melalui ProgramICC (Islamic Cultural Camp) selama 2 bulan  dan IQL (Islamic Quantum Learning) selama 10-12 bulan.
•        Fase Penguasaan Matematika, Sains dan Keterampilan hidup (Life Skills).
•        Fase Pengembangan dan Aktualisasi Diri, sebagai Pembelajar, Wirausahawan dan Pemimpin Masa Depan.

Sementara Pembelajaran setiap materi/pelajaran, in syaa Allah, diselenggarakan dengan Focused Learning dengan rasio:

ü   3 (tiga) pekan belajar secara indoor (di dalam kelas atau ruangan lain), bersifat teoretik, focus learning, riset dan praktek, selanjutnya diakhiri dengan ujian/evaluasi belajar.

ü  1 (satu) pekan terakhir belajar untuk mengembangkan diri, life skill dan extrakurikuler lain dengan metode training (seperti Broadcasting, Editing, Programming, Computer, Entrepreneurship, dan Agricultural training), studi banding dan study tour, riset, magang (apprentice atau internship) dan Student Exhibition and Show. 
KURIKULUM

A.      KURIKULUM NASIONAL

Antara lain : Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,  IPS, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Sejarah, dan Antropologi (jenjang SLTP dan SLTA).

•       Mata pelajaran tersebut mengikuti apa yang telah ditetapkan pemerintah,  dengan dengan modifikasi  sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS, kurikulum AQIBS Al-Qudwah ditambahkan dengan filsafat sejarah, yang menekankan pada sirah Nabawiyah, shahabat dan salafushalih, serta sejarah peradaban Islam sesuai dengan jenjang masing-masing.
•       Khusus pelajaran Agama, AQIBS menekankan pada aspek psikomotorik (untuk seluruh jenjang), yaitu praktek langsung (experiential learning) atas hal-hal yang berhubungan dengan ibadah dan muamalah, dengan orientasi terbentuknya moral dan kepribadian Islami. Aspek kognitif dan afektif dikembangkan dengan metode riset untuk menghasilkan kesimpulan lebih obyektif melalui pengalaman siswa sehari hari.

B.      KURIKULUM LOKAL DAN INTERNASIONAL BERBASIS KOMPETENSI

Yang merupakan Fokus dari AQIBS yaitu :

•       Interaksi dan Tahfidz Al-Qur`an dan As-Sunnah, kompetensi interaksi Islam, pemahaman dan tahfidz Al-Qur`an, merupakan target utama dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian anak didik. Kurikulum ini didesain seefektif mungkin dengan basis pembelajaran di Masjid dan Islamic Center. Siswa dikelompokan dengan jumlah maksimal 12 orang/ kelompok (Halaqoh atau Focus Group Learning). Masing-masing kelompok dibimbing oleh seorang pembimbing, murobbi, coach atau mentor. Dengan target anak diharapkan dapat memahami dan menghafal ayat–ayat al-Qur`an.
•  Interaksi dan Tahfidz Al-Hadits, memungkinkan anak menghafal hadits-hadits dan dikembangkan sebagai pembekalan konsep ilmu pengetahuan, kepribadian, dan peradaban Islam (untuk jenjang SLTP dan SLTA sampai Perguruan Tinggi).
•      Bahasa Arab dan Inggris, target dari kompetensi berbahasa Arab dan Inggris dititiktekankan pada kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial, ditambah dengan bekal analisa, interaksi budaya, dan pengembangan kemampuan berpikir kreatif. Setiap siswa dapat mengenal kata-kata bahasa Arab dan Inggris serta aplikasinya secara sederhana dengan metode experiential learning dengan dua Program Utama; Islamic Cultural Camp (ICC) dan Islamic Quantum Learning (IQL). Setiap tingkatan kelas, bobot kosa-kata lebih dipadatkan dan dikembangkan sesuai tuntutan.
•       Sains dan Teknologi, Seni, Jurnalistik, Multimedia dan Broadcasting, Target pengenalan dan penguasaan sains dan teknologi khususnya dalam bidang  Information and Communication Technology (ICT), seni, jurnalistik, dan broadcasting adalah membentuk kompetensi keterampilan hidup (Life Skill). Dengan kompetensi ini, diawali dengan Scientific Skill terutama Matematika, masa depan anak didik pasca pendidikan formal diharapkan lebih terencana, cemerlang, dan cukup menjanjikan baik di tingkat nasional maupun internasional. 
•       Riset, Target kompetensi riset adalah membangun kebiasaan (habit) dan Culture (Budaya)  untuk menajamkan indera dan pemikiran dalam mengamati dan melakukan penelitian di kehidupan sehari-hari. Tidak terbatas pada tugas sekolah. Kebiasaan ini penting untuk mendukung kreativitas siswa dalam mengembangkan dirinya. 
Al-Qudwah Islamic School dirancang dan diselenggarakan untuk jenjang pendidikan tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi yaitu:

ü  RAIT (Raudhatul Athfal Islam Terpadu)
ü  SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu)
ü  SMPIT (Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu)
ü  SMAIT (Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu)
ü  SMKIT Global Madani (Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu) Broadcasting, dan
ü  STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Qudwah dengan dua program unggulan:
§  MIEMS (Madani Islamic Education Management School)
§  MEBS (Madani Entrepreneurship & Business School)


Adapun Al-Qudwah Islamic Boarding School atau Pesantren Al-Qudwah dirancang dan diselenggarakan untuk jenjang pendidikan tingkat menengah sampai jenjang pendidikan tinggi (SMPIT/SMAIT/SMKIT/STAI).
Target Kompetensi Pendidikan Al-Qudwah



Karakteristik dan Kompetensi Pendidikan Sekolah Islam Terpadu Al-Qudwah dan Al-Qudwah Islamic Broarding School (AQIBS)

ü Mampu berinteraksi dengan al-Qur’an dan Sunnah, sebagai dasar pembentukan kecerdasan spiritual (SQ), jiwa dan tanggungjawab kepemimpinan, karakter dan kepribadian Islami.
ü   Mampu Berbahasa internasional (Arab dan Inggris) di samping bahasa nasional yang baik dan benar, sebagai alat komunikasi dan interaksi sosial penunjang kecerdasan intelektual (IQ), interpersonal dan emosional (EQ).
ü  Menguasai sains dan teknologi khususnya Information and Communication Technology (ICT), seni, broadcasting (TV & Radio) dan jurnalistik .
ü   Memiliki Kemampuan Manajemen Kewirausahaan (Khususnya dalam bidang Bisnis dan Pertanian) baik teori maupun terapan sebagai bekal pengembangan aspek kecerdaan intelektual (IQ) dan emosional (EQ) untuk menjalani kehidupan anak didik yang mandiri di masa depan.

ü   Memiliki kebiasaan (habit) untuk melakukan penelitian (research) dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas tugas sekolah, sebagai dasar pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. 
PENDAHULUAN

Islam menjadikan pendidikan sebagai hal yang fundamental dalam membentuk karakter dan peradaban masyarakat dan bangsa. Proses Pendidikan  meliputi  metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut “pendidikan secara bertahap”, baik dalam pendidikan formal (sekolah) maupun nonformal  (luar sekolah).

Kandungan yang ditanamkan dalam pendidikan, memerlukan nilai dan muatan yang didesain dengan kurikulum yang sesuai dan berdasarkan kebutuhan. Manusia adalah penerima proses pendidikan tersebut, yang perumusannya sebagai suatu sistem mengambil model manusia sempurna. 

Bagi ummat Islam dan secara internasional, model tersebut ada dalam pribadi sempurna Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejarah tengah mencatat kesuksesan Beliau sebagai Qudwah Hasanah dalam pengetahuan, tindakan dan Pembentukan Ummah (Making of The Nation).

(KH. Amang Syafrudin, Lc)
Ketua Dewan Pembina


VISI

Mencetak generasi yang berkepribadian Islami, berpengetahuan Quráni,
dan berwawasan internasional.

MISI

  1. Membudayakan dan mengoptimalkan sistem pendidikan Islam sebagai kompetensi inti (core competence) dalam pembentukan kepribadian dan peradaban Islami.
  2. Memadukan  kurikulum (kognitif, afektif, psikomotorik, dan interpersonal skill) baik lokal, nasional maupun internasional yang berorientasi pada pembentukan pribadi muslim yang berjiwa pemimpin dan berwawasan internasional.
  3. Menyelenggarakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan yang sesuai dengan nilai-nilai Quráni.